Sekolah Prostitusi Hanky Panky School

15 November 2009 pukul 9:38 AM | Ditulis dalam LifeStyle, World | Tinggalkan komentar

 


Seorang mantan mucikari di Belanda mendirikan sekolah untuk prostitusi. Namanya, Hanky Panky School. Kurikulumnya disusun sedemikian rupa agar para lulusannya bisa menjalankan profesinya lebih profesional, lebih banyak menghasilkan uang dan akhirnya bisa "pensiun" lebih awal dengan hasil materi yang cukup.

Sekolah yang dibuka oleh Elene Vis pada April 2003 ini menawarkan ilmu pemasaran eksklusif. “Anda bisa menyebutnya teknik pemasaran. Anda harus punya ketrampilan menjual, tak peduli yang Anda jual tubuh sendiri atau peralatan rumah tangga. Prinsipnya tetap saja sama”. Elene Viz sebelumnya pernah membuat heboh dengan buku autobiografinya Escort Queen with Turbopower.

 


Dengan biaya 450 euro, "murid" akan diberi perlajaran dalam bentuk tutorial dan video presentasi tentang berpikir positif dan teknik-teknik bercinta, termasuk ajaran Kama Sutra. Selain dirinya sendiri, Elene juga menyewa tenaga pengajar lainnya untuk subyek yang berbeda, seperti bagaimana cara komunikasi, kemampuan presentasi, dan tata cara berpakaian yang sesuai. “Intinya setiap orang bisa jadi cantik, dengan menonjolkan kekuatan dan menutupi kelemahan Anda. Anda harus sadar seperti apa penampilan Anda di mata orang lain,” tambahnya.
Menurut Elene, cara berpikir positif dan rasa percaya diri amat penting untuk membuat klien lebih betah dan menghabiskan waktu lebih lama. “Seks 10 menit tidak akan menghasilkan banyak uang,” katanya.

Belanda melegalkan industri seks dengan membuat Red Light District (kawasan lampu merah) di ibu kota (Amsterdam), kawasan ini menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara serta menghasilkan jutaan euro per tahunnya. Sektor ini juga penyumbang pajak yang cukup besar bagi negara. Elene mengatakan bahwa para pekerja seks komersial yang bekerja lewat agensinya bisa mendapatkan penghasilan sampai £ 6000 (sekitar Rp 58 jt) / bulan, dengan hanya 40 jam kerja. Itulah sebabnya ia lalu mendirikan sekolah tersebut. “Kami memberikan training untuk mendapatkan hidup yang lebih baik dan uang lebih banyak dari pekerjaan mereka,” katanya.

Belanda memang dikenal sangat toleran dalam hal Narkoba dan Sex (baca : prostitusi). Di negara ini prostitusi telah menjadi hal umum sejak 200 tahun, dan telah menjadi profesi legal sejak 1988. Profesi ini dikategorikan sebagai usaha di sektor jasa. Para pekerja prostitusi bahkan telah membayar pajak pendapatan sejak tahun 1996 dan rumah prostitusi atau brothel mulai dinyatakan legal sejak 2001.

MUDAH-MUDAHAN TIDAK ADA DI INDONESIA!!

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: